WELCOME TO IQBAL#18 BLOG

Sabtu, 05 Maret 2016



Me And My School

Do’a Didalam Perpisahan
(Ciptaan : Muhammad Iqbal Husni)

waktu yang akan segera berlalu
kehidupan yang akan memulai babak baru
perpisahan yang akan terjadi
kini semakin dekat dan telah menanti

setiap pagi ku sambut kelasku
dengan senyum dan semangatku
namun semuanya akan berakhir
selapas lulus ujian akhir

hanya air mata yang dapat berbicara
waktu ini begitu menyiksa
kebahagian dan kesedihan terasa bersama
menetes air mata tak bisa ku terima

ini adalah akhir dari awal kita semua
untuk bangun dan lanjutkan mimpi kita
meraih semua harapan dan cita-cita
yang terucap didalam doa-doa kita

kawan walau langkah ini begitu berat
walau hati ini tak begitu kuat
namun kita semua harus saling merelakan
untuk pergi menuju masa depan

ku doakan agar kalian semua sukses
semua harapan dan cita-cita kalian beres
semoga perpisahan ini adalah rekayasa mata
semoga ini hanya sebuah ilusi belaka

ku harap kita akan tetap saling bertegur sapa
selamat jalan kawan-kawan semua
semoga kau berhasil menggapai cita-cita
datanglah nanti kita pasti akan kembali bersama


Nama saya Muhammad Iqbal Husni, saya biasa dipanggil Iqbal. Umur saya saat ini adalah 17 tahun (saya kelahiran Jakarta, 03 Agustus 1998), hobby saya yaitu membaca, berolahraga, dan membuat karya tulis berupa puisi. Makanan favorit saya yaitu Pecel Lele, Mie Instant, Nasi Uduk, Nasi Goreng, dan All Inonesian Food, sedangkan minuman favorit saya yaitu Lemon Juice, Soft Drink, Susu, dan Es Kelapa. Warna favorit saya yaitu Merah dan Biru, club sepak bola favorit saya yaitu Persib Bandung, Manchester United, dan Tim Nasional Indonesia. Baiklah itu saja sedikit pengenalan yang saya berikan kepada kalian semua (pembaca), mari kita lanjut dan inilah kisa saya selama 3 tahun di MA Daarul Hikmah . . .  
Saya adalah siswa Madrasah Aliyah Daarul Hikmah Pamulang yang akan segera lulus ditahun ajaran 2015/2016 ini. Awalnya saya adalah alumni dari Madrasah Tsanawiyah Daarul Hikmah Pamulang angkatan 2012/2013. Setelah saya lulus MTS saya memutuskan untuk mengikuti kemauan dari keluarga besar saya untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren. Mereka berharap saya bisa menjadi penerus dari Almarhum kakek saya untuk bisa memimpin keluarga besar saya seperti dulu ketika Almarhum kakek saya masih hidup. Beliau adalah sosok yang mengajarkan saya kesederhanaan dan mengajari saya pula untuk selalu bersyukur atas rezeki sekecil apapun yang Allah SWT berikan kepada saya. Hal itu pula yang mendorong hati kecil saya untuk memantapkan niat saya menuntut ilmu di Pondok Pesantren.
Pada akhirnya saya masuk Pondok Pesantren di daerah Cipayung, Depok. Pesantren itu dikenal dengan nama Pondok Pesantren Qotrun Nada. Awalnya saya masuk pesantren itu bertiga dengan teman saya semasa MTS dahulu yaitu Izal Yudistira dan Qais Arkhan Tedjo Respati, mereka juga sekarang menjadi teman saya di MA Daarul Hikmah Pamulang. Qais hanya kuat bertahan di Pesantren itu sekitar 1 minggu, saya dan Idzal merasa sangat kehilangan saat Qais memutuskan untuk menyerah dalam menuntut ilmu di Pesantren tersebut. Akan tetapi kesedihan kami berdua tidak berlangsung lama karena pada saat itu pula kami berdua mendapatkan dua orang teman yang bernama Wariz dan Syekh (saya lupa namanya tapi saya dan Idzal memanggil namanya dengan sebutan Syehk karena memang dia itu masih keturunan habib), sedangkan Waris biasa kami panggil dengan sebutan Engkong (sebutan untuk laki-laki yang sudah lanjut usia), hehehe.
Kami lewati hari-hari di Pesantren dengan suka dan duka, singkat cerita setelah libur lebaran tepatnya 10 hari setelah lebaran saya kembali ke Pesantren, setelah libur lebaran selesai dan ketika itu pula saya menyerah dan keluar dari Pesantren itu (1 bulan didalam lingkungan Pesantren), setelah itu saya memulai hidup baru saya dengan menjadi siswa MA Daarul Hikmah.
Ini adalah awal dimana pengalaman baru saya dimulai. Setelah ayah dan ibu saya membereskan berkas pemindahan sekolah saya dari Pondok Pesantren Qotrun Nada Depok ke MA Daarul Hikmah Pamulang. Pada bulan September saya resmi menjadi siswa MA Daarul Hikmah Pamulang (meskipun tanpa ikut MOS, maklum anak pindahan ceritanya), pengalaman saya dikelas 10 tidak begitu banyak, maklum ketika kelas 10 itu adalah masa dimana saya mengenal teman-teman saya, hanya ada beberapa teman yang saya kenal dari MTS dulu termasuk Qais yang lebih dulu pergi dari Pesantren.
Kegiatan futsal pun menjadi salah satu media kami untuk saling mengenal satu sama lain, hingga pada akhirnya Idzal pun ikut menyusul saya dan Qais ke MA Daarul Hikmah Pamulang (5 bulan Idzal dipesantren dengan kondisi sakit pasca divonis bahwa ginjalnya bermasalah oleh dokter dan sempat masuk rumah sakit pada saat libur lebaran).
Dikelas 10 juga awal mula saya jatuh cinta kepada seseorang  bernama Siti Asiah Asvianti. Saya pertama melihat Asiah itu ketika saya diajak bermain ke kelas 10A (dulu saya dikelas 10 itu dapat kelas 10B), awalnya saya meminta bantuan kepada teman saya yaitu Badriah Multaqiyah untuk meminta nomer handphone dan juga facebooknya (maklum saya itu kalau suka sama orang kaya malu-malu tapi mau, hehehe). Setelah mendapatkan nomer handphone dan facebooknya, setiap pulang sekolah saya selalu mengiriminya pesan di handphone maupun di facebooknya. Tapi apalah daya dia dulu sombong banget, setiap saya sms engga pernah dibales sekalinya dibales seminggu setelah saya mengirim sms ke dia, hahaha nasib emang nasib.
Tapi pada akhir semester saya mendapatkan hadiah yang luar biasa dari Allah SWT, saya mendapatkan 2 hadiah sekaligus. Hadiah yang pertama yaitu saya mendapatkan peringkat ke-2 pada semester akhir kenaikan kelas dan hadiah yang kedua yaitu saya bisa mendapatkan orang yang selama ini berhasil membuat saya jatuh cinta siapa lagi kalau bukan Siti Asiah Asvianti, Alhamdulillah saya sangat bersyukur.
Singkat cerita setelah saya melewati liburan sekolah akhirnya tahun ajaran baru kembali dimulai, setelah mendapatkan 2 hadiah indah diakhir semester lalu saya semakin optimis untuk mendapatkan hasil terbaik dikelas 11. Saya pun memulai kelas 11 dengan memilih jurusan dan jurusan yang saya ambil yaitu jurusan IPS. Dikelas 11 ini pengalaman saya lumayan banyak ceritanya baik yang suka maupun yang duka. Cerita sukanya yaitu setelah dari kelas 10 lalu saya dan teman-teman saya bermain futsal bersama terus, akhirnya saya dan teman-teman membuat club futsal yang bernama BR-TWO FA.
Anggotanya yaitu Muhammad Andri, Muhammad Iqbal Husni, Izal Yudistira, Fajar Fadhlu Rahman, Riki Satria, Andi Supriandi, Muhammad Irfan Fauzi, Alvin Ar-Rasyid, dan Alwan Ashari. Bersama BR-TWO FA saya sering mengikuti berbagai turnamen futsal namun sayang kami belum pernah merasakan juara, semoga suatu saat nanti kami bisa mencicipi gelar juara. Pengalaman yang kurang menyenangkan dikelas 11 yaitu adalah saat saya dan Asiah sempat putus hubungan selama 3 hari karena sebuah masalah (masalahnya yaitu cinta segitiga) namun masalah itu tak berlangsung lama karena sebagai pria yang “Gentle Man” saya selalu menyelesaikan masalah saya dengan cepat (sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap masalah saya) dan selalu mengusahakan agar masalah itu tidak terjadi kembali dilain waktu. Dan masih banyak pengalaman saya yang lainnya dikelas 11.
Diakhir semester kenaikan kelas saya kembali mendapatkan peringkat ke-2 dan peringkat ke-3 bintang kelas. Kegagalan saya dikelas 10 dan dikelas 11 untuk menjadi juara diantara para juara (Juara 1) membuat tekad saya semakin kuat untuk meraih sukses dikelas 12.
Kelas 12 pun sudah dimulai setelah liburan yang sangat panjang dan menyiksa (karena ditinggal pacar pulang kampung dan engga bisa ketemuan kaya biasa disekolah). Memasuki kelas 12 saya mendapatkan amanah dari teman-teman untuk memimpin kelas 12 IPS, sebelumnya dikelas 11 IPS dulu saya dan teman-teman selalu di cap jelek oleh guru-guru. Oleh karena itu saya pun bertekad untuk mengubah citra kelas yang buruk menjadi kelas yang baik dan Alhamdulillah semuanya berjalan lancar meski tidak sempurna. Dimulai dengan menjadi juara kelas terbersih, hingga membuat para guru nyaman berada di kelas kami (12 IPS).
Disemester ganjil saya berhasil mewujudkan mimpi saya untuk jadi juara 1 dikelas 12 IPS, meskipun itu menjadi awal yang baik namun saya tidak ingin terlena atas kebahagian itu. Jalan masih panjang dan baru akan dimulai, kelas 12 itu adalah gerbang awal kita menuju masa depan, saya berharap ketika lulus nanti saya bisa menjadi siswa terbaik yang akan mendapatkan nilai Ujian Negara (UN) tertinggi dan bisa mewujudkan impian saya dimasa depan. Karena orang sukses itu pasti punya proyek untuk masa depan dan saya sudah memiliki gambaran dan proyek untuk masa depan saya, semoga saya bisa sukses dimasa depan, amiin.
Sekian dan terimakasih atas perhatian dan waktu kalian untuk membaca pengalaman saya selama 3 tahun bersekolah di MA Daarul Hikmah Pamulang, pengalaman saya selama 3 tahun bersekolah itu banyak namun saya hanya bisa menceritakan hal yang paling berkesan saja semasa saya bersekolah disekolah ini. Dan do’a saya untuk sekolah ini, saya berharap kedepannya sekolah ini mampu menjadi Madrasah Aliyah terbaik se-Indonesia dan mampu mendidik serta menciptakan lulusan-lulusan terbaik yang sesuai dengan visi dan misi MA Daarul Hikmah yang berguna untuk keluarga, agama, negara dan bangsa. Amin . . .

Berikut ini adalah foto-foto kenangan saya semasa saya bersekolah di MA Daarul Hikmah Pamulang :





























SEKIAN DAN TERIMAKASIH